TimesPublik.com – Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mengatasi stunting.
Program MBG juga diluncurkan untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdassebagai investasi masa depan menuju Generasi Emas 2045, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM serta petani lokal melalui penggunaan pangan lokal.
Salah satunya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dibawah naungan Yayasan Citra Amanat Martadireja, sebagai dapur pelayanan pemenuhan gizi yang telah Standar Operasional Prosedur (SOP).
Bagaimana tidak, seluruh karyawan yang bekerja di dapur pemenuhan gizi tersebut telah mengantongi BPJS Ketenagakerjaan sesuai aturan berlaku.
Ketua Yayasan Citra Amanat Martadireja, Dedi Kurnia mengatakan, pihaknya melibatkan 90 persen warga setempat sebagai tenaga kerja di dapur Makan Bergizi Gratis tersebut.
“Ketika dapur MBG didirikan warga sekitar harus merasakan dampak positif, makanya di dapur kami 90 persen karyawannya adalah warga setempat dan semua sudah di daftarkan BPJS Ketenagakerjaan,” kata Dedi, Jum’at (5/12/2025).
Selain menaungi dapur pemenuhan gizi, Yayasan Citra Amanat Martadireja juga rutin menyelenggarakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat dan mendukung program pemerintah.
“Kami juga mendukung program pemerintah Kecamatan Cihampelas seperti, program Nyaah Ka Indung berupa santunan setiap bulan unguk warga manula dan memiliki program Nyaangan Sarebu Masjid merenovasi musolah sekita dapur,” ujarnya.
Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Singajaya, Nera menambahkan, penyediaan menu makanan di dapurnya menerapkan empat sehat lima sempurna sesuai aturan yang berlaku.
“Menu pemenuhan gizi khususnya bagi para siswa semua memenuhi empat sehat lima sempurna, disesuaikan dengan gizi yang sudah ditentukan,” pungkasnya. *Galih Rahayu











