TimesPublik.com – Pengurus Anak Cabang Daerah dan Forum Komunikasi Diniyah Taqmiliyah (PACD & FKDT) bakal segera memiliki gedung baru di Jalan Ibrahim Adji, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Hal itu setelah adanya peletakan batu pertama untuk gedung PACD FKDT yang dilaksanakan pada Senin, 28 Juli 2025.
Asisten Daerah (Asda) satu Kabupaten Garut, H.Bangbang Hafidz mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung pembangunan gedung sekretariat guru ngaji.
“Alhamdulillah, ada warga Tarogong yang menghibahkan tanahnya untuk kepentingan umum atau untuk mengembangkan siar Islam khususnya di Kecamatan Tarogong Kaler seluas 40 Tumbak,” kata Bangbang.
Menurutnya, adanya gedung baru sekretariat Pengurus Anak Cabang Daerah dan Forum Komunikasi Diniyah Taqmiliyah dapat meningkatkan siar Islam khususnya di Kecamatan Tarogong Kaler dan sekitarnya.
“Saat ini sudah banyak yang hilang tentang Guru atau pengajar agama terutama agama Islam yang kita anut. Tujuannya untuk mengembangkan Agama Islam sesuai dengan Visi Misi Bupati Garut,” ujarnya.
Ia menambahkan, guru ngaji bakal mendapat insentif bulanan. Sementara terakit besaran insentif yang akan diterima masih dirumuskan dalam peraturan daerah (perda) dan peraturan bupati (perbup) tahun 2025.
“Guru Ngaji itu akan mendapat Insentif bulanan mengenai besarannya masih dirumuskan dalam Perda dan Perbup Tahun 2025 ini,” tambahnya.
Kegiatan peletakan batu pertama itu dihadiri, Asda Satu H Bangbang Hafidz, anggota dewan fraksi PKB, Subhan, Dewan Fraksi Nasdem, Mira Lestari Fitriuani, sejumlah kepala desa dan warga setempat.
Sementara itu, Anggota dewan dari Fraksi Nasdem, Mira Lestari Fitriyani mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung dibangunnya gedung sekretariat guru ngaji ini.
“Mengenai tanahnya yaitu tanah hibah dari ibu Hj.Siti Rochayah seluas 40 tombak yang diperuntukan buat pembangunan Gedung Sekretariat Guru Ngaji,” katanya.
Menurutnya, pembangunan gedung sekretariat guru ngaji sudah sangat jarang dilakukan untuk membina anak usia dini akibat perkembangan teknologi saat ini.
“Pembangunan Gedung Sekretariat Guru Ngaji dimana Guru Ngaji ini sudah sangat jarang untuk membina anak-anak, karena anak-anak sekarang sudah banyak main gzet atau main games daripada mengaji atau baca qur’an,” pungkasnya. *(DNG)











