TIMESPUBLI.COM – Camat Cipeundeuy Agus Ganjar membuka membuka festival olahraga tradisional tingkat Kecamatan Cipeundeuy Tahun 2025, di lapangan Kecamatan Cipeundeuy, Minggu (2/2/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Olahraga Tradisional Kecamatan Cipeundeuy “Sekeseler Ki Sunda” diikuti oleh 700 peserta dari mulai SD, SMP, SMA/Sederajat hingga umum ini bertujuan untuk melestarikan budaya melalui permainan dan olahraga tradisional.
Mendapat dukungan dari Forkopimcam Kecamatan Cipeundeuy, pemerintah desa dan TP PKK se-Kecamatan Cipeundeuy, kepala UPT dinas dan instansi tingkat kecamatan dan para kepala sekolah yang dimotori oleh ketua PGRI Kecamatan Cipeundeuy.
Camat Cipeundey, Agus Ganjar mengatakan melestarikan kaulinan barudak dan olahraga tradisional yang ada di Kecamatan Cipeundey menjadi tujuan dalam kegiatan kali ini.
“Ini merupakan warisan budaya ki Sunda yang Alhamdulillah oleh komunitas olahraga tradisional kecamatan Cipeundeuy dibawah ketua Bapak Wili Bahtiar bersama-sama dengan pelaku seni dan budaya yang ada berupaya untuk melestarikan kaulinan dan olahraga tradisional,” ungkapnya.
Sambutan yang sangat baik dari masyarakat serta dukungan dari seluruh stakeholder yang ada di Kecamatan Cipeundeuy menurut Agus menambah semarak kegiatan dalam upaya melestarikan budaya ini.
“Harapan kedepan bahwa kegiatan festival olahraga tradisional di tingkat kecamatan Cipeundeuy ini akan dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kecintaan masyarakat terhadap kaulinan dan olahraga tradisional akan semakin melekat,” terangnya.
Lebih jauh Agus menyebut sebelum pembukaan dilakukan terlebih dulu dilaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti seluruh peserta dan dimeriahkan oleh komunitas senam ibu-ibu yang berasal dari Kecamatan Cipeundey.
Selain itu, kata Agus, juga ditampilkan kaulinan barudak sebagai pengenalan berbagai kaulinan yang ada di kecamatan khususnya dan tatar Sunda pada umumnya untuk lebih dikenal oleh anak dan masyarakat secara umum.
“Perlombaan ini memperebutkan tropi serta uang pembinaan, sebagai motivasi bagi peserta agar lebih mencintai dan semangat didalam melestarikan dan ngamumule budaya serta olahraga dan kaulinan tradisional,” pungkasnya.***















