TimesPublik.com – Puluhan hektare lahan pesawahan di wilayah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa beralih fungsi menjadi lahan yang ditanami palawija.
Bahkan, dari puluhan hektare lahan pesawahan di cipatat tersebut sebagian dibiarkan tidak terurus penuh rumput ilalang, akibat minimnya aliran air dari Daerah Irigasi (D.I) Rajamandala lantaran bukan sawah tadah hujan.
Perlu diketahui, masalah tersebut telah berangsur cukup lama bahkan hingga belasan tahun, dengan faktor utama keruasakan yang sangat parah dari jaringan irigasi.
Kerusakan-kerusakan seperti, tumpukan sedimentasi pada sepanjang irigasi, kebocoran saluran, pintu air tidak berfungsi, bahu saluran jebol dan lain sebagainya.
Mitra Cai Cikalapa, Desa Rajamandala Kulon, Unang menjelaskan, jumlah luas lahan pesawahan di wilayahnya kurang lebih mencapai 30 hektare.
”Sekitar 15 hektare masih bisa ditanami padi, sedangkan 15 hektare sisanya sebagian ditanami palawija dan sebagian lagi terlantar,” kata Unang di Cipatat, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, kondisi krisis irigasi tersebut telah telah berlangsung sekitar 13 tahun lalu. ”Saya sudah lama mengolah sawah di sini, jadi saya tahu persis bagaimana ketersediaan air semakin menurun,” ujarnya.
Hal serupa dialami Kastari, Mitra Cai Cinangka di desa yang sama. Dari 25 hektare sawah yang ada, hanya 10 hektare yang masih mendapat aliran air.
”Sisanya terpaksa ditanami palawija atau ditumbuhi semak belukar. Keadaan ini sudah berlangsung lebih dari tiga tahun,” jelasnya.
Di Kampung Ciruman, Desa Mandalasari, kondisinya tak kalah memprihatinkan. Sekretaris Poktan setempat, Jajang menyebutkan dari 12 hektare sawah, hanya 2 hektare yang masih layak ditanami padi.
”Jika dipaksakan menanam padi, petani justru merugi karena air tidak mencukupi. Akhirnya banyak yang beralih tanaman atau membiarkan lahan menganggur. Ini sudah berlangsung hampir empat tahun,” pungkasnya.
Kondisi yang sama juga terjadi di sejumlah lokasi lain, antara lain Kampung Bungur (Desa Mandalasari), serta wilayah Desa Mandalawangi meliputi Cijengkol, Cisaladah, Kiara Komplek, dan Tagog.***











