TimesPublik.com – Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berupaya mengembangkan peternakan sapi perah di wilayah Selatan Bandung Barat.
Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu strategi percepatan peningkatan produksi susu sekaligus upaya peningkatan ekonomi masyarakat.
Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Apriyanti mengatakan, program pengembangan sapi perah tersebut telah dilakukan dari tahun sebelumnya.
“Tahun kemarin tim konsultan telah meneliti cocok tidak di sana. Tidak hanya soal kehidupan sapi, namun gimana kemauan masyarakat sana dan kemudian dampak sosialnya,” kata Wiwin.
Menurutnya, kajian tersebut bukan hanya menitikberatkan terhadap aspek teknis peternakan namun juga mempertimbangkan kesiapan sosial masyarakat.
Pihaknya berkeinginan masyarakat di wilayah Selatan Bandung Barat dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi pada sektor peternakan sapi perah.
“Hasil kajian Gununghalu sangat potensial menjadi sentra baru peternakan sapi perah. Selain geografis dan iklim cocok, faktor infrastruktur juga menjadi penjunjang yang penting,” katanya.
Ia menambahkan, program pengembangan ini mengedepankan konsep peternakan ramah lingkungan. “Konsepnya minimal kotorannya diolah kita wajibkan, sehingga kohenya bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat,” ucapnya.
Wiwin menambahkan, selama ini Bandung Barat telah terkenal sebagai salah satu sentra penghasil susu di Provinsi Jawa Barat. Akan tetapi, produksinya kebanyakan di Utara seperti, Cisarua, Lembang dan Parongpong.
Berdasarkan data dari Perikanan dan Peternakan KBB, populasi sapi perah saat ini mencapai 21.865 ekor. Seluruhnya terkonsentrasi di kawasan utara dengan produksi susu mencapai sekitar 145 ton per hari.











