TimesPublik.com – Sebanyak 33 anak mengiktui khitanan massal yang diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al – Hidayah Sutam Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung pada Jum’at (8/6/2025).
Hadir dalam kegiatan itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengaku sangat bahagia bisa hadir dalam pelaksanaan khitanan masal yang diselenggarakan rutin tiap tahun tersebut.
“Kegiatan khitanan massal ini luar biasa, karena ini kegiatan sosial yang dimuliakan oleh Allah SWT. Kewajiban kita semua untuk mengislamkan umat manusia khususnya kaum pria melalui pelaksanaan khitanan,” kata Dadang dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Dadang turut mendoakan 33 anak yang mengikuti khitanan masal agar menjadi anak shale dan menjadi pemimpim masa depan.
Ia pun berharap, seluruh orang tua yang anaknya mengikuti khitanan tidak minder meski buah hatinya mengikuti kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan yayasan Ponpes Al-Hidayah.
“Kami atas nama Pemkab Bandung mengucapkan terima kasih kepada para panitia yang sudah berkiprah dalam kegiatan khitanan massal ini yang selalu fokus dilaksanakan Pak Hadiat (pihak Yayasan Ponpes Al Hidayah) dan Pak Haji Cucun (Wakil Ketua DPR RI) yang saat ini sedang melaksanakan pengawasan ibadah haji di Tanah Suci Makkah Arab Saudi,” ujarnya.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna turut mendoakan para jemaah haji yang saat ini masih di Makkah Arab Saudi diberikan kesehatan dan keselamatan.
“Mugia ibadah hajinya sempurna dan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah. Doakan para jemaaah tetap sehat, dalam kondisi di Arab Saudi panasnya mencapai 50 derajat celcius. Semoga mereka bisa kembali lagi ke Kabupaten Bandung,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Kang DS turut menyampaikan bahwa ia sudah lebih dari 100 hari lebih pimpin Kabupaten Bandung pada Bedas Jilid 2 tersebut.
“Alhamdulillah berdasarkan indeks kepuasan masyarakat (IKM) dengan responden 99.000 orang, ternyata IKM Kabupaten Bandung capai 88,77 persen,” katanya.
Bupati Bedas ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bandung. Ia juga mengajak kepada masyarakat Kabupaten Bandung untuk sama-sama membangun Kabupaten Bandung untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih Bedas, maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Kang DS juga mengungkapkan bahwa Desa Sumbersari masuk desa lahan sawah abadi.
“Maka dibebaskan tidak usah bayar pajak setiap tahunnya. Data koordinat masing-masing bidang tanah sawah segera sampaikan kepada Kepala Bapenda, supaya dibebaskan pajaknya pada setiap tahunnya. SPPT-nya setiap tahun tetap keluar, tapi nihil. Ini kebijakan pemerintah berpihak kepada masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya masyarakat Desa Sumbersari,” katanya.
Kang DS juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Sumbersari yang sudah membuat Perdes tentang Lahan Sawah Abadi.
“Ini merupakan inovasi yang sangat luar biasa dan ini juga merupakan program dari pemerintah pusat Presiden Prabowo Subianto, bahwa menghadapi ketahanan pangan di antaranya mempertahankan lahan pertanian,” katanya.
Ia juga mengaku merasa bahagia bahwa di Desa Sumbersari lahan abadinya mencapai sekitar 400 hektare lahan sawah abadi. “Ditetapkan lahan sawah yang tidak boleh dibangun untuk perumahan dan industri,” pungkasnya.











