TimesPublik.com – Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) gencar melakukan upaya pencegahan penularan penyakit rabies pada hewan yang tersebar di wilayahnya.
Selama lima tahun ini, Dispernakan Bandung Barat telah melakukan vaksinasi terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) 17.724 dosis di wilayahnya.
Vaksinasi yang dilakukan pada kucing, anjing, kera dan musang di tahun 2020 sebanyak 3800 dosis, 2021 sebanyak 4300 dosis dan 2022 sebanyak 2300 dosis.
Sedangkan pada tahun 2023 sebanyaksebanyak 4250 dosis, 2024 sebanyak 1074 dosis dan tahun 2025 sebanyak 2000 dosis yang di terima HPR di wilayahnya.
Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Apriyanti mengatakan, rabies merupakan penyakit menular dari gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies bersifat akut dan menyerang susuanan saraf pusat.
“Rabies adalah penyakit Zoonotik yang ditularkan hewan kepada manusia dan 99 persen disebabkan karena gigitan,” kata Wiwin Rabu (17/6/2026).
Ia pun menjelaskan, seluruh masyarakat harus mengetahui ciri-ciri hewan yang terindikasi penyakit rabies agar lebih berhati-hati dan waspada.
Menurutnya, ciri-ciri hewan yang terinfeksi rabies terlihat, gelisah, takut air, agresif, demam, kejang dan mudah menyerang orang.
“Adapun ciri lainnya adalah hiversilivasi atau mengelusrkan air liur banyak dan jarang makan atau tidak nafsu makan serta minum,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika mengalami gigitan oleh HPR masyarakat segera melakukan penanganan darurat untuk mengantisipasi suatu hal yang tidak diinginkan.
“Warga segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, jangan tutup luka serta pergi ke Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan medis,” katanya.
Kemudian, lakukan vaksin dengan VAR dan segera laporkan kejadian tersebut kepada pemerintah yang membidangi kesehatan hewan.
Wiwin mengimbau, kepada seluruh masyarakat agar melakukan vaksinasi hewan peliharaan dengan baik dan benar, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit rabies.
“Hindari diri dari gigitan anjing, rantai anjing agar tidak melukai orang lain dan hindari peliharaan berkontak dengan liar,” tandasnya. ***











