TimesPublik.com – DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan kemenangan pada Pemilu Legislatif dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Seperti diketahui PDIP KBB menduduki puncak kejayaan, ketika memimpin posisi pimpinan DPRD KBB serta jabatan bupati berasal dari partai berlambang moncong putih.
Selama beberapa periode PDIP KBB berhasil meraih kemenangan dengan raihan kursi Pemilu 2004-2009 sebanyak 12 kursi, Pemilu 2009-2014 sebanyak 12 kursi, Pemilu 2014-2019 sebanyak 7 kursi dan terakhir Pemilu 2019-2024 sebanyak 5 kursi.
Ketua DPC PDIP KBB, Tuti Turmayanti mengatakan, Pemilu 2029 pihaknya menargetkan bisa meraih kejayaan dengan 12 kursi di dewan serta menduduki jabatan bupati.
“Boleh dong kita bermimpi. Harapan kita bisa mengulang lagi (meraih) 12 kursi. Tapi kita merasionalkan lagi, minimal 8 kursi,” kata Tuti, saat konsolidasi partai dilanjutkan buka bersama struktur partai di Sekretariat DPC PDIP KBB, Kamis (12/3/2026).
Modal yang dimilikinya saat ini sambung Maya, adalah semangat baru dengan komposisi dan struktur kepengurusan baru pula.
Salah satu langkah yang dilakukan di era kepemimpinannya, adalah konsolidasi partai melalui program Musyawarah Ranting (Musran).
Di bulan suci Ramadhan kali ini. Ia terjun langsung keliling kecamatan untuk mendekatkan diri dengan para kadernya bersilaturahmi dan melakukan konsolidasi partai.
“Kalau buka bersama di sini (Sekretariat DPC) kita hanya mengundang struktur DPC, sayap partai, badan partai serta tokoh-tokoh KBB lainnya,” ungkapnya.
Dalam momen konsolidasi partai, Maya juga memunculkan calon yang dijagokan untuk mengusung calon Bupati Bandung Barat mendatang.
Nama Pamriadi, disebut sebagai kader yang bakal diusung oleh PDIP. Pamriadi adalah Ketua Gerakan Tani dan Nelayan PDID Jabar.
“Kang Pampriadi sedang kami persiapkan untuk menjadi kandidat terbaik,” Ujarnya.
Anggota DPRD Jawa Barat ini menyebutkan, sengaja menyiapkan kandidat bakal calon bupati jauh-jauh hari, agar persiapan lebih matang menghadapi pesta demokrasi 2029.
“Persiapan harus lebih matang karena Kang Pam harus dikenal, minimal di internal,” pungkasnya. ***











