TimesPublik.com – Sejumlah pedagang di Pasar Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung mengeluhkan bau menyengat dari tumpukan sampah.
Bau menyengat yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut dinilai mengganggu kenyamaan dan mengganggu aktivitas jual beli di wilayah tersebut.
Salah satu pegadang sayur di Pasar Sehat Soreang, H Acep Komara (49) mengatakan, tumupakan sampah yang ada di dekat lokasi usahanya tersebut telah menumpuk kurang lebih dua pekan.
Menurutnya, kondisi tumpukan sampah tersebut kerap terjadi akibat pengangkutan yang tidak dilakukan secara rutin.
“Sampah itu telah menumpuk kurang lebih dua pekan jadi sangat bau, makanya jadi kurang nyaman karena baunya cukup menyengat,” kata Acep saat di hubungi, Sabtu (7/3/2026).
Acep mengaku khawatir jika kondisi ini terus terulang akan membuat para pelanggannya tidak nyaman untuk membeli dagangannya, akibat bau menyengat dari tumpukan sampah.
“Saya sangat khawatir kondisi ini berdampak negatif terhadap dagangan dan para pelanggan, karena posisi kios saya sangat dekat dengan lokasi tumpukan sampah,” ucapnya.
Oleh karena itu, ia berharap kepada pemerintah daerah maupun pengelola pasar dapat segera melakukan pengangkutan sampah, agar kekhawatirannya tersebut tidak terjadi.
“Saya harap sampah itu bisa segera diangkut dan dilakukan pengangkutan secara rutin. Jadi pedagang maupun pengunjung pasar bisa tetap nyaman tanpa adanya gangguan bau menyengat,” ujarnya.
Harapan serupa diungkapkan, Dedi Setiawan (30) pedagang daging sapi yang beljualan tidak terlalu jauh dari tumpukan sampah.
Dirinya berharap tim kebersihan dapat melakukan pengkutan sampah secara rutin, sehingga masalah tumpukan sampah ini tidak terus terulang.
“Karena adanya tumpukan sampah bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi berdampak pada kesehatan pedagang maupun pengunjung,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan pihak pengelola Pasar Soreang masih belum bisa dimintai keterangan. *(Cep/Fendy)











