TimesPublik.com – Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini membidik wilayah Kecamatan Sindangkerta untuk dijadikan sentra Industri hasil tembakau.
“Kajiannya sudah ada, kalau daerah Sindangkerta cukup tepat untuk dijadikan sentra Industri hasil tembakau. Untuk pelaksanaannya, mudah-mudahan bisa segera terlaksana,” kata Kepala Disperindag KBB, Ricky Riyadi di Ngamprah, Rabu (10/9/2025).
Ia pun menjelaskan, dengan dijadikannya Sindangkerta sentra industri hasil tembakau dapat membantun meningkatkan ekonomi masyarakat. Terutama, warga yang mengandalkan hidupnya terhadap pertanian tembakau.
Menurutnya, wilayah Selatan Kabupaten Bandung Barat seperti, Kecamatan Sindangkerta, Cililin, Cipongkor, Gununghalu dan Rongga merupakan daerah penghasil pertanian tembakau.
Pihaknya akan berupaya maksimal aga para petani tembakau tidak lagi menjual hasil panennya secara gelondongan. Namun, dapat memproduksi hasil pertaniannya secara mandiri menjadi kemasan rokok kretek yang memiliki nilai jual.
“Di Bandung Barat sendiri, sebenarnya sudah ada pabrik rokok yang berbea cukai di wilayah Kecamatan Cikalongwetan. Tinggal daerah lainnya, yang diharapkan bisa memproduksi seperti di Cikalongwetan,” ujarnya.
Seblum memproduksi secara mandiri, mereka perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Oleh karena itu, Disperindag KBB menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan blanding dsn linting rokok.
“Alhamdulilah pada tanggal 22 sampai tanggal 23 Agustus (2025) kemarin, kita sudah memberikan pelatihan untuk 30 orang petani. Ya kita berharap, mereka bisa terampil memproduksi hasil tembakau menjadi rokok sigaret kretek tangan,” ucapnya.
Ricky menambahkan, sumber dana kegiatan tersebut dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran (TA) 2025.
Pesertanya terdiri dari, anggota Asosiasi Perani Tembakau Indonesia (APTI) dan sebagian karyawan perusahaan rokok PR Satria, Cikalongwetan.
“Kita mendatangkan nara sumber dari perusahaan rokok dari Ciamis dan Tasikmalaya yaitu Asep Yusuf Rizal dan Tarya,” pungkasnya.***











