TimesPublik.com – Pemkab Bandung terus berupaya meningkatkan budaya masyarakat di wilayahnya. Salah satunya, melaui program Kampung Bedas Literat (KABELAT).
Program KABELAT digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Bandung yang merupakan inisiatif berbasis komunitas yang dirancang untuk meningkatkan minat baca hingga ke tingkat RW.
Dalam pernyataannya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menilai bahwa KABELAT merupakan langkah strategis di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah.
“Sebagai kepala daerah, saya berkomitmen untuk terus mendorong penguatan program literasi melalui dukungan anggaran daerah, serta penguatan regulasi berupa Peraturan Bupati tentang Pembudayaan Kegemaran Membaca,” ujar Dadang didampingi Kepala Dispusip Teguh Purwayadi di Soreang, Rabu (25/6/2025).
KABELAT bukan sekadar program, kata Bupati Bandung, tetapi bagian integral dari visi besar Kabupaten Bandung dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas, inklusif, dan partisipatif.
“Melalui dukungan kebijakan dan kelembagaan, program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas,” katanya.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, salah satu kekuatan utama program ini adalah kehadiran Bunda Literasi RW, sosok penggerak literasi yang kini telah tersebar di 4.310 RW se-Kabupaten Bandung.
“Para Bunda Literasi ini aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif seperti mendongeng, permainan edukatif, sosialisasi budaya baca terintegrasi dengan Posyandu, serta kunjungan ke perpustakaan, yang semuanya bertujuan membudayakan literasi sejak dini di lingkungan keluarga dan masyarakat,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Bupati Bandung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam gerakan literasi yang berkelanjutan.
“Mari kita bangun Kabupaten Bandung yang semakin BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera),” tegasnya.**











