TimesPublik.com – Turnamen bulutangkis eMTe CUP Open 2026 resmi berakhir di GOR eMTe Sport, Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (8/2/2026) malam.
Acara penutupan digelar setelah seluruh rangkaian pertandingan final rampung, menandai puncak kompetisi yang berlangsung hampir satu bulan dan diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah.
Turnamen yang berlangsung selama hampir satu bulan ini menghadirkan persaingan yang kompetitif sekaligus meriah.
Panitia mencatat sekitar 200 peserta ambil bagian dalam sejumlah kategori pertandingan, di antaranya Ganda Putra, Ganda Putri, dan Ganda Campuran, termasuk kategori khusus emak-emak. Peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bandung serta sejumlah daerah di luar kabupaten.
Sejak hari pertama pelaksanaan, eMTe CUP Open 2026 menarik perhatian masyarakat. Setiap pertandingan berlangsung dengan dukungan penonton yang konsisten memadati GOR eMTe Sport.
Atmosfer kompetisi berjalan sportif dan tertib, sehingga seluruh agenda pertandingan dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Turnamen eMTe CUP Open 2026 turut mendapat perhatian dari unsur TNI. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, menyampaikan apresiasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada Presiden Direktur eMTe Highland Resort, H. eMTe.
Dalam pesannya, Letjen Kunto Arief Wibowo menilai turnamen tersebut mampu mengoordinasikan generasi yang realistis, agresif, dan beradab, serta memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam membangun karakter generasi muda melalui olahraga.
Dukungan juga ditunjukkan dengan kehadiran langsung Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., bersama para Danramil se-Kabupaten Bandung di GOR eMTe Sport pada Minggu sore. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga di tingkat masyarakat.
Menurut Letkol Kav Samto Betah, turnamen ini berperan penting dalam membangun karakter generasi muda. Ia menekankan bahwa olahraga mampu membentuk pola pikir sehat dan sikap disiplin.
“Olahraga membuat tubuh sehat. Tubuh yang sehat membantu seseorang berpikir jernih. Dari pikiran yang jernih, akan lahir tujuan dan harapan masa depan yang baik bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh atlet untuk menjaga sportivitas dan menjadikan turnamen sebagai sarana memperkuat persatuan.
Presiden Direktur eMTe Highland Resort, H. eMTe, menjelaskan bahwa turnamen eMTe CUP Open 2026 digelar sejak 12 Januari hingga 8 Februari 2026.
Panitia membagi peserta ke dalam beberapa kelas pertandingan guna menjaga kualitas kompetisi.
“Peserta datang dari berbagai daerah, baik dari Kabupaten Bandung maupun dari luar kabupaten. Kami membagi kelas pertandingan mulai dari kelas D, kelas C, kelas C A, hingga ganda campuran,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan eMTe CUP tidak bertujuan mencari keuntungan finansial. Seluruh kebutuhan kegiatan ditanggung oleh pihak penyelenggara tanpa melibatkan sponsor komersial.
“Tujuan utama kami adalah mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Biaya pendaftaran peserta tidak mungkin menutupi seluruh kebutuhan kegiatan, sehingga kami menanggung sendiri seluruh pembiayaan,” tegasnya.
Pada partai final, pertandingan digelar sejak pukul 13.00 WIB hingga selesai. Para juara menerima piala dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
Untuk kelas C, juara pertama memperoleh Rp5 juta dan juara kedua Rp3,5 juta. Sementara kelas D memberikan Rp3 juta bagi juara pertama dan Rp2,5 juta bagi juara kedua. Total uang pembinaan yang disalurkan mencapai Rp35 juta.
Ketua Panitia eMTe CUP 2026, Yogi Negara, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyebut peserta datang dari berbagai klub dan daerah.
“Peserta berasal dari Soreang, Banjaran, Cibiru, Cidaun, Pasirjambu, hingga dari luar kota. Turnamen ini menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan melalui olahraga bulutangkis,” ujarnya.
Dari sisi peserta, turnamen ini meninggalkan kesan positif. Pemain ganda campuran Hj. Nining Kartini mengaku senang dapat berpartisipasi hingga babak final dan berharap turnamen ini dapat terus digelar setiap tahun.
Sementara itu, Yulianti, pemain asal Kecamatan Pasirjambu yang meraih juara pertama, menilai eMTe CUP mampu mempererat persahabatan antarkecamatan.
“Turnamen ini menyenangkan dan menjunjung tinggi sportivitas. Selain bertanding, kami juga menjalin persahabatan antara Kecamatan Ciwidey dan Pasirjambu,” ujarnya.
Pernyataan Penutup Kepala Desa Ciwidey
Menutup rangkaian kegiatan, Kepala Desa Ciwidey, H. Yusuf Darmaji, memberikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen. Ia menilai dukungan pemrakarsa serta kerja keras panitia menjadi faktor utama keberhasilan kegiatan olahraga masyarakat ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemrakarsa yang terus mendukung event pertandingan bulutangkis eMTe CUP 2026. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu jalannya kegiatan ini selama hampir satu bulan,” pungkasnya. *Fendy















