TimesPublik.com – Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail mengimbau kepada para pelajar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang berdampak negatif terhadap diri dan lingkungan.
Menurut Asep, pergaulan bebas bisa menjadi pintu masuk terjerumusmya seseorang dalam perbuatan tercela seperti, memakai narkoba, sex bebas serta tindakan kriminal lainnya.
Kehawatirannya terhadap pergaulan bebas itu bukan tanpa alasan, bedasarkan data Dinkes KBB bahwa sejak tahun 2011-2025 jumlah kasus HIV/AIDS yang terdeteksi telah mencapai 1.159 kasus.
Tahun 2025 saja, dari 33.012 orang yang menjalani tes ditemukan 159 orang positif mengidap HIV.
“Paling membuat kami khawatir, 25 persen dari kasus positif itu pada tahun 2025 berasal dari kelompok usia 20–24 tahun. Artinya, mereka baru lulus SMA atau sedang kuliah,” kata Asep disela Edukasi HIV/AIDS dan Deklarasi Anti Diskriminasi di Parongo, Rabu (4/2/2026).
Ia menilai bahwa jika seseorang terdeteksi positif HIV pada usia 20 tahun besar kemungkinan perilaku cenderung negatifnya telah dimulai sejak usia remaja.
Oleh karena itu, fenomena tersebut tentunya tidak boleh dibiarkan. Maka upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan memberikan edukasi kepada kalangan pelajar.
Salah satunya dengan memberikak pesan untuk menjauhi pergaulan bebas swperti disampaikam pula oleh Asep di hadapan ratusan pelajar SMP Negeri I Parongpong.
Ia berharap melalui edukasi tersebut para pelajar memahami risiko yang dihadapinya apabila melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan norma-norma dan etika.
Asep menambahkan, jika makna remaja cerdas tidak semata diukur dari prestasi akademik. Akan tetapi juga dari kemampuan menjaga diri dan memahami risiko masa depan.
“Bahwa rasa ingin tahu yang tinggi pada usia remaja adalah hal wajar, namun harus disalurkan ke arah positif,” ujar Asep.
Terkait HIV/ AIDS, Asep juga berharap agar bisa menghapus stigma negatif di lingkungan pelajar.
“Ingatlah musuh kita adalah virusnya bukan orangnya. Jauhi penyakitnya jangan jauhi orang dengan HIV/AIDS. Sebagai pelajar Bandung Barat yang berakhlak, kita harus menghilangkan stigma, namun tetap waspada dan membentengi diri dengan iman, ilmu, dan pengetahuan,” pungkasnya.***












