TimesPublik.com – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperingati HUT KNPI ke 52 tahun 2025 Barat (KBB) dengan sederhana.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas penempatan sekretariat baru di wilayah Desa Cilame yang ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir jajaran pengurus DPD, Majelis Pemuda Indonesia (MPI), dan para ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Bandung Barat.
Ketua Harian DPD KNPI KBB, Sopyan mengatakan, momen sakral ini menjadi ruang konsolidasi awal pasca pelaksanaan MUSDA VI pada Februari lalu.
Pasca Surat Keputusan (SK) penetapan DPD KNPI Jawa Barat terbit, jajaran pengurus langsung bergerak aktif dalam menyusun program kerja prioritas.
Adapun sejumlah agenda yang telah dan bakal dilaksanakan oleh pengurus DPD KNPI KBB terdiri dari, audiensi dengan Bupati Bandung Barat sebagai mitra strategis kepemudaan.
Kemudian, menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan, baik legislatif maupun eksekutif.
Selanjutnya, mengintensifkan hubungan dan sinergi dengan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang berhimpun dalam KNPI dan terlibat dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
DPD KNPI juga turut melakukan rapat dengar pendapat (RPD) dengan Panitia Khusus (Pansus) RPJMD di Gedung DPRD Bandung Barat.
Dalam forum tersebut, KNPI menyampaikan sejumlah rekomendasi agar aspek kepemudaan dimasukkan sebagai prioritas pembangunan dalam RPJMD 2025–2030.
Mengingat, dokumen perencanaan tersebut akan menjadi pijakan arah pembangunan Bandung Barat selama lima tahun ke depan, peran serta pemuda menjadi sangat krusial.
“Kami mendorong agar program kepemudaan tidak hanya menjadi pelengkap, tapi menjadi strategi utama dalam membangun SDM unggul yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Ketua Harian DPD KNPI KBB periode 2025-2028 ini.
Pihaknya berkomitmen mendukung visi dan misi Bupati Bandung Barat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah dan berpihak kepada generasi muda.
Bahkan, KNPI KBB siap menjadi mitra aktif dan garda terdepan dalam mensukseskan kebijakan strategis pemerintahan daerah.
Dalam konteks kekinian, KNPI Bandung Barat juga menyoroti pentingnya menjawab tantangan-tantangan besar pemuda hari ini: pengangguran, disrupsi digital, keterbatasan akses ekonomi, serta lemahnya literasi kebangsaan.
DPD KNPI KBB mendorong pemerintah untuk lebih agresif membuka ruang partisipasi dan menciptakan ekosistem yang ramah bagi tumbuhnya wirausaha muda, start-up digital, hingga komunitas-komunitas kreatif lokal.
KNPI juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebhinekaan, anti-radikalisme, serta literasi digital sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang produktif dan berdaya saing global.
Melalui peringatan HUT ini, KNPI Bandung Barat menegaskan bahwa peran pemuda tidak boleh dipinggirkan. Sebaliknya, harus diletakkan di tengah panggung pembangunan sebagai aset strategis bangsa dan daerah.
“Pemuda bukan sekadar obyek pembangunan, tapi subyek utama yang akan menentukan wajah Bandung Barat di masa depan,” pungkasnya. ***











