TimesPublik.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) optimis pembentukan Koperasi Desa Merah Putih desa mencapai 95 persen dalam waktu dekat.
Berdasarakan data dari DPMD KBB, hingga kini ada 106 desa telah melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di wilayahnya.
Kepala DPMD KBB, Duddy Supriyadi mengatakan, hingga kini musdesus di Kabupaten Bandung Barat terus dilakukan untuk menyelesaikan target pembentukan koperasi tersebut.
“Hari ini saja ada sekitar 10 desa di KBB menggelar musdesus terkait pembentukan koperasi ini. Kalau jumlah tadi pagi 106 desa telah musdesus atau sekitar 64 persen lebih dan hari ini pasti bertambah lagi,” kata Duddy di Ngamprah Senin, (19/5/2025).
Ia menambahkan, pihaknya optimis pembentukan koperasi desa merah putih di Kabupaten Bandung Barat mencapai 157 desa atau sekitar 95 persen dalam waktu dekat.
“Sesuai arahan pak Bupati dan pak Wabup maupun pak Sekda KBB, kita optimis dalam minggu ini pembentukan koperasi desa merah putih mencapai 95 persen atau 157 desa telah terbentuk hasil musdesus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, soal skema pemodalan koperasi desa merah putih tersebut, pihaknya masih menunggu arahan langsung dari pemerintah pusat.
“Untuk pemodalannya kalau kita larikan ke idealisme koperasi itu dari kita, oleh kita dan untuk kita. Artinya koperasi itukan ada simpanan pokok dan wajib itu yang mungkin harus dikelola oleh koperasi,” jelasnya.
“Namun demikian, karena marwah koperasi ini adalah percepatan pembangunan atau membantu perekonomian lebih cepat. Kita juga masih menanti skenario dari pemerintah pusat,” imbuhnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, baik pemerintah Desa maupun masyarakat itu sendiri menyambut baik pembentuka koperasi desa merah putih di wilayahnya masing-masing.
“Alhamdulillah baik mereka menyambut baik sehingga saat ini serempak seluruh desa itu langsung melaksanakan kegiatan pembentukan koperasi merah putih,” ucapnya.
Dudy mengimbau kepada desa yang belum melakukan musdesus di Kabupaten Bandung untuk melaksanakannya dengan maksimal, sesuai dengan aturan.
“Kami memang sudah menerima jadwal dari desa yang belum melakukan musdesus untuk melaksanakan musdesus ini dengan semaksimal mungkin sesuai format dari kementerian koperasi maupun desa,” pungkasnya. ***











