TimesPublik.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung memonitoring ketersedian kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dan stabilitas harga pangan di Pasar Sehat Soreang, menjelang Ramadhan 1446 Hijriyah pada Jum’at (28/2/2025).
Mewakili Bupati Bandung, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengatakan, monitoring ini untuk memastikan ketersediaan kepokmas dan stabilitas harga pangan.
“Alhamdulillah hari ini dari tim gabungan jajaran TNI, Polresta Bandung dan jajaran perangkat daerah Kabupaten Bandung monitoring ketersediaan pangan untuk memastikan kebutuhan pangan selama Ramadan. Yang jelas kebutuhan pangan selama Ramadan aman, selain harga kepokmas atau pangan juga stabil,” kata Dicky.
Ia menuturkan, stok kepokmas untuk wilayah Kabupaten Bandung dipastikan aman selama Ramadhan hingga menghadapi lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah atau awal April 2025 mendatang.
Lebih lanjut ia mengatakan, pelaksanaan monitoring kepokmas ke Pasar Sehat Soreang tersebut sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya.
“Dari hasil monitoring itu ada beberapa komoditas yang saat ini mengalami kenaikan harga, seperti telur ayam ras, cabe dan lain-lain,” ujar Dicky.
Ia menjelaskan, pihaknya akan berkomunikasi dengan peternak ayam petelur untuk mengirimkan langsung ke pasar tanpa melalui agen, untuk memenuhi kepokmas dari menjelang hingga masuk bulan Ramadhan tahun ini.
“Kita juga akan terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian terkait kesediaan stok pangan memasuki Ramadan. Apalagi ibu-ibu rumah tangga saat munggahan dan memasuki Ramadan, banyak di antara mereka yang memasak untuk persiapan kebutuhan sahur untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan,” jelas Dicky.
Ia menambahkan, Pemkab Bandung akan melaksanakan gerakan pasar murah pangan dengan menjediakan berbagai jenis komoditas unggulan dari hasil pertanian saat bulan Ramadhan.
“Gerakan pasar murah pangan ini untuk kesiapan bahan pangan untuk bulan Ramadan hingga jelang Hari Raya Idulfitri. Selain itu Pemkab Bandung akan melaksanakan kegiatan OPM (Operasi Pasar Murah) bersubsidi dari APBD Kabupaten Bandung di beberapa titik kecamatan. Ada juga GPM (Gerakan Pasar Murah) di bulan suci Ramadan. Selain itu ada giat bazar Ramadan. Rencana ada tiga kegiatan itu di bulan suci Ramadan,” tuturnya.
Dikatakan Kepala Disdagin, stok pangan dipastikan aman untuk bulan suci Ramadan bahkan sampai Hari Raya Idulfitri mendatang, karena di Kabupaten Bandung banyak para peternak.
“Ada beberapa ayam peternak atau peternak hewan penghasil daging sapi di Kabupaten Bandung. Daging sapi lokal pun produksinya bagus dan juga kualitasnya juga bagus. Sampai saat ini belum ada kelangkaan,” ujarnya.
Menurutnya, untuk komoditas telur, suplainya seperti biasa, namun dimannya lebih banyak untuk telur itu, sehingga ada kemahalan harganya atau kenaikan harga.
“Tapi insya Allah kita akan pastikan stok aman dan kita koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk segera memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasar,” katanya.
Menurutnya, kalau pun ada kenaikan harga bahan pokok di lapangan, bukan karena intervensi pemerintah. Melainkan karena kondisi di lapangan, terkait dengan suplai dan kebutuhan bahan pokok untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Misalnya, dari mulai produsen peternak sampai masuk ke agen. Agen masuk ke pasar atau ke beberapa distributor telur. Jadi memang itu yang harus kita evaluasi supaya mata rantai distribusinya kita pangkas supaya tidak panjang,” pungkasnya.***











