TimesPublik.com – Puluhan warga RT 05 RW 12 Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan aktivitas peternakan ayam yang tak jauh dari pemukiman.
Diduga aktivitas peternakan ayam itu dikeluhkan warga lantaran menimbulkan bau menyengat dan lalat akibat pengelolaan limbah yang kurang baik.
Pantauan awak media di wilayah Perum BIP, limbah yang di keluarkan peternakan ayam itu langsung ke lahan milik perumahan sehingga mengeluarkan lalat dan bau menyengat.
Salah satu warga, Edo Simanjuntak (37) mengatakan, limbah peternakan seolah-olah di buang begitu saja tanpa ada penanganan khusus yang menyebabkan bau tak sedap tercium setiap hari.
Selain bau yang menyengat, sekumpulan lalat tak henti-henti merongrong kediaman warga yang dekat dengan kandang ayam tersebut.
“Saya itu disini sudah tinggal sekitar 8 tahun lamanya, selama itu pula saya merasakan bau yang sangat menyengat bau busuk kotoran ayam dari peternakan,” kata Edo di Perumahan BIP Citatah, Rabu (27/8/2025).
“Selain bau kotoran lalat itu sudah tidak ada henti-hentinya kita pakai itu toh macam obat serangga pun tak mempan tak tau lah kami harus mengadu kepada siapa,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat disini tidak keberatan dengan adanya peternakan tersebut selama aktivitasnya tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak mengganggu.
“Kami itu selaku warga tidak keberatan ada kandang ayam asalkan kami tidak terganggu, ini kan mengganggu,” ucap Edo.
Di tempat yang sama, Ketua RT Setempat, Asep Hendra Cipta membenarkan, aktivitas peternakan ayam tersebut memang membuat kurang nyaman warga Perum BIP.
Menurutnya, persoalan bau dan lalat ini telah berangsur cukup lama bahkan sebelum dirinya menjabat sempat diurus oleh pengurus sebelumnya.
Dirinya sempat meminta bantuan kepada Satgas Citarum Harum dan mendapat tindakan serta mengalami perubahan sehingga bau yang ditimbulkan tidak terlalu menyengat.
“Ini kan bukan masalah baru, cuman masalah ini sempat diurus sama pengurus sebelumnya ke desa dan kecamatan. Cuman kata beliau (pengurus lama) dari desa dan kecamatan gaada,” jelas Asep.
“Kalau saya melanjutkan yang dilakukan kemarin ke Citarum Harum tiga kali bahkan, setelah ada dari Citarum Harum jadi ada perubahan jadi ga terlalu bau. Tapi udah beberapa ini bau lagi,” imbuhnya.
Karna tak kunjung ada perhatian dari pemerintah setempat, Asep berupaya melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat.
Di hubungi terpisah, Sekertaris Desa (Sekdes) Citatah, Ahmad mengaku belum mengetahui persoalan tersebut, lantaran belum menerima laporan dari warga setempat.
”Tidak pernah ada laporan dari RT maupun RW terkait kandang atau peternakan jika ada laporan pasti kita tindaklajuti ,ya nanti kalo RW bikin laporan nanti di tindak lanjut,” katanya.
Sementara itu, Camat Cipatat, Sulaena Faisal mengatakan, pihaknya belum menerima laporan tentang keluhan bau menyengat dan lalat di perumahan BIP.
“Yang jelas sepengetahuan saya laporan resmi saya belum membaca. Tapi semestinya limbah apapun tidak berdampak negatif buat warga,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya berencana bakal meninjau ke lokasi yang dikeluhkan warga perumahan BIP. “Saya akan cek ke lokasi sejauh mana dampak ini timbul,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Tim masih berupaya meminta keterangan dari pihak perusahaan kandang ayam dan developer perumahan. ***













