TIMESPUBLIK.COM – Ribuan siswa SD dan puluhan ibu hamil di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program MBG tersebut baru menyasar sembilan sekolah di KBB, yang perdana mendapat distribusi yakni, SD Negeri Cibungur 2 Batujajar.
Selain SDN 2 Cubungu, sekolah yang akan menerima program MBG itu diantaranya, SDN Cibungur 1, SDN Jalantir, SDN Batujajar 1, SDN Batujajar 2, SDN Batujajar 3, SDN Galanggang 3, SDN Sinarjaya, SDN Dar Al Iman.
Bukan hanya sekolah, program MBG juga diberikan kepada ibu hamil dengan jumlah 56 orang dan pondok pesantren (Ponpes) Ar- Tafsir sebanyak 84 santri.
Program makan gratis tersebut berisikan terdiri dari, nasi, ayam krispi/ayam asam manis, sayur tahu disertai wortel, susu dan buah jeruk.
Paket MBG di KBB berasal dari Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batujajar di Blok Gunung Sangar, RT 02/11, Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar.
Kepala SPPG Batujajar Gilang Prakoso mengatakan, pembagian Makan Bergizi Gratis perdana di KBB ini ada 3.500 porsi yang didistribusikan untuk sembilan sekolah dan ibu hamil serta ibu menyusui.
“Ada 3.500 yang kita distribusikan ke 9 sekolah dan ibu hamil serta menyusui. Menunya hari pertama ada ayam pilet dibuat krispi, ada asam manis juga, ada sayur tahu wortel, ada susu ada jeruk,” kata Gilang, Senin (13/1/2025).
Lebih lanjut Gilang menyatakan, dalam pemilihan menu pada program MBG itu telah melibatkan ahli gizi. Dengan begitu, menu makanan yang diberikan untuk siswa maupun ibu hami disesuaikan kebutuhan gizi masing-masing.
“Semuanya melibatkan ahli gizi, ini sesuai dengan golongan-golongannya. Tentunya kelas 1-3 gizinya berbeda dengan kelas 4-6 sehingga dibuat sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum diberikan kepada siswa, makanan itu telah melalui pengujian mulai dapur SPPG oleh ahli gizi hingga di sekolah oleh guru, sesuai arahan arahan Badan Gizi Nasional asupan gizi harus benar-benar diperhitungkan.
“Tester itu diberikan untuk menilai apakah laik apakah ada yang basi atau tidak sehingga aman untuk siswa karena mereka memiliki daya tahan tubuh kurang dari kita yang sudah (dewasa),” tandasnya.
Diketahui Program Makan Bergizi Gratis menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Program ini rencananya akan menyasar 82,9 juta penerima, untuk jangka lima tahun. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan, Makan Bergizi Gratis disebut sebagai salah satu investasi terhadap sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Dalam Perpres 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional tertuang empat target utama penerima program makan bergizi gratis, diantaranya peserta Didik atau Pelajar dari PAUD hingga SMA, Negeri dan Swasta, balita atau anak usia di bawah lima tahun, ibu hamil dan ibu menyusui.
Sementara itu, salah seorang guru SDN 2 Cibungur Batujajar, Heri Sumirat menyebut rasa dan kondisi makanan yang disajikan aman serta enak dikonsumsi.
“Sebelum dibagikan kepada para siswa, guru mencoba terlebih dahulu paket makanan yang disajikan. Hal ini untuk memastikan kondisi menu makan gratis dalam kondisi laik,” katanya.
“Rasanya tadi enak, cukup untuk anak-anak sekolah. Jadi program ini cukup positif,” sambungnya.
Setelah dicoba, makananan itu langsung dibagikan kepada siswa dari kelas 1-6 SDN Cibungur 2, dengan rincian 200 siswa.
Makanan yang dibagikan secara gratis itu mendapat sambutan hangat dari para siswa, yang langsung melahapnya. Aditya Permana (8) siswa kelas 2 dengan malu-malu mengakui makannya enak.
“Iya ini makanannya habis semua, tadi dimakam semua. Ada ayam, sayur sama susu juga. Semuanya abis,” ujar Aditya.***











