TimesPublik.com – Pengelola Pasar Sehat Sorang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari tumpukan sampah baik pada pedagang maupun pengunjung.
Permohonan maaf tersebut diungkapkan oleh, Kepala Pengelola Pasar Sehat Soreang, Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung, Adithya pada Rabu, 11 Maret 2026.
“Kita memohon maaf atas ketidaknyamanannya, karena terjadi penumpukan sampah. Tapi kami akan terus komunikasi dengan pihak berwenang dan kami mohon pedagang pasar soreanh bersabar,” kata Adit saat dihubungi.
Adithya mengatakan, adanya penumpukan sampah tersebut disebabkan adanya pembatasan kuota angkutan sampah ke TPA Sarimukti.
“Kita sudah kordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, katanya ada pembatasan kuota (angkutan sampah),” katanya.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya melakukan kordinasi dengan DLH sebagi tindaklanjut dari keluhan dari pedagang Pasar Soreang tentang tumpukan sampah.
Berdasarkan hasil kordinasi dengan DLH Kabupaten Bandung, tumpukan sampah di Pasar Sehat Soreang tersebut akan diangkut dalam waktu dekat.
“Kita tetap kordinasi dengan DLH Kabupaten Bandung karena disini (Pasar Soreang) telah terjadi penumpukan dan sudah di komplen oleh pedagang. Rencana dari DLH besok akan diangkut,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan, sebetulnya pengangkutan sampah di Pasar Soreang seharusnya dilakukan dengan rutin setiap hari, sesuai perjanjian kerjasama dengan DLH.
Namun kabarnya, DLH Kabupaten Bandung mengalami berbagai kendala salah satunya terkait adanya pembatasan angkutan ke TPA Sarimukti dan kekurangan armada serta lain sebagainya.
“Harusnya setiap hari, sesuai dengan perjanjian dan kita tidak pernah lalai terhadap kewajiban kita terutama terkait pengangkutan sampah. Hanya memang pihak DLH banyak kendala dan itu yang sering jadi alasan tidak adanya angkutan seperti beberapa hari kemarin,” tutunya.
Pihaknya juga telah berupaya mensosialisasikan terkait kendala yang dialami DLH Kabupaten kepada perkumpulan pedagang di Pasar Sehat Soreang, terutama tentang angkutan sampah.
“Sejak adanya penumpukan sampah ini kita sudah mensosialisasikan ke perkumpulan pedagang bahwa memang ada kendala dari pihak DLH,” tuturnya.
Selain adanya kendala dari DLH, terjadinya penumpukan tersebut akibat volume sampah meningkat terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Sebetulnya satu armada juga cukup kalu tiap hari, hanya memang kondisi sekarang menjelang lebaran juga pasti volume sampah bertambah, jadi tidak sama seperti biasanya,” pungkasnya. *(Cep/Fendy)











