TimesPublik.com – Pemerintah Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Aula Kecamatan Ciwidey, Selasa (10/2/2026).
Musrenbang tersebut merupakan momen untuk membahas setiap usulan dan arah pembangunan bagi wilayah Kecamatan Ciwidey ke depan.
Dalam Musrenvang kali ini dihadiri berbagai unsur seperti, sejumlah Perangkat Daerah, Pemerintah Desa dan lima Anggota DPRD Kabupaten Bandung daerah pemilihan (Dapil) I serta unsur terkait lainnya.
Camat Ciwidey, Nardi Sunardi mengatakan bahwa perencanaan pembangunan tahun 2027 bakal dihadapkan dengan penurunan pagu anggaran.
Tahun sebelumnya anggaran mencapai Rp5,4 Miliyar, sementara pada tahun 2027 menjadi Rp3,036 Miliyar atau berkurang sekitar 30 persen.
Menurut Nardi, merosotnya anggaran pada tahun 2027 tersebut merupakan akibat penurunan Transfer Keuangan Daerah (TKD) Kabupaten Bandung.
Kendati demikian, program pembangunan tetap akan diarahkan untuk peningkatan daya saing daerah, prioritas pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi.
“Meski anggaran mengalami penurunan, kami tetap berkomitmen melaksanakan pembangunan sesuai skala prioritas dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Hj Ina Dewi Kania mengatakan, Musrenbang merupakan bagian penting dari tahapan perencanaan pembangunan daerah.
“Perencanaan pembangunan harus melalui Musrenbang, dimulai dari tingkat desa hingga kecamatan. Aspirasi masyarakat inilah yang menjadi dasar penyusunan program pembangunan tahun 2027,” katanya.
Menurutnya, keterbatasan anggaran perlu disikapi dan kolaborasi dengan seluruh lintas sektor.
“Pembangunan tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga dapat didukung melalui program lintas sektor, CSR, serta dukungan pemerintah pusat dan provinsi,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Hadiat, menekankan tentang pentingnya ketepatan dalam menentukan program prioritas di tengah keterbatasan anggaran.
“Dengan anggaran yang terbatas, program yang direncanakan harus benar-benar diprioritaskan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Hadiat.
Hadiat Dorong Mitigasi Bencana di Wilayah Ciwidey
Ia menyoroti masih adanya kebutuhan mendasar di wilayah Ciwidey khususnya di sektor infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakatdan pertanian.
Selain itu, Hadiat juga menyinggung kondisi Ciwidey sebagai wilayah rawan bencana.
“Beberapa desa terdampak longsor akibat tingginya curah hujan. Penanganan sudah dilakukan, namun ke depan perlu langkah mitigasi yang lebih berkelanjutan,” katanya.
Hadiat mendorong upaya mitigasi bencana melalui pembangunan tembok penahan tanah, perbaikan drainase, serta penanaman kembali pohon di wilayah rawan longsor.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bandung, Dr. M. Akhiri Hailuki, berharap Musrenbang benar-benar menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Kami berharap Musrenbang ini menjadi patokan dalam penyusunan kebijakan pembangunan tahun 2027 agar benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD Kabupaten Bandung bersama pemerintah daerah telah melakukan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait Transfer Keuangan Daerah.
“Mudah-mudahan melalui evaluasi yang dilakukan, alokasi TKD ke depan bisa lebih optimal dan tidak kembali mengalami penurunan,” pungkasnya. *Fendy











